Palembang, 11 Juli 2023 – Tim peneliti Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bina Darma yang terdiri dari Dr. Zaid Amin, M.Kom; Dr. Rahma Santhi Zinaida, M.I.Kom; Dr. Sulaiman Helmi, SE., MM; dan Dr. M. Harris Satria, M.Pd melakukan evaluasi terhadap implementasi prototype website Desa Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan sebagai sarana keterbukaan informasi publik.
Penelitian ini merupakan kelanjutan dari kegiatan research discussion bersama Kelompok Masyarakat Informasi (KIM) Sumatera Selatan yang dilaksanakan pada tahun 2023. Dari hasil diskusi tersebut dikembangkan prototype website Desa Lubuk Batang sebagai media informasi publik yang diperkenalkan kepada perangkat desa dan masyarakat untuk mendukung penyampaian informasi pemerintahan desa secara lebih terbuka dan mudah diakses.
Penelitian dilaksanakan selama periode Juni 2023 hingga Juli 2024 dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi. Fokus penelitian meliputi implementasi website desa, tingkat pemanfaatannya oleh masyarakat, serta efektivitasnya sebagai sarana keterbukaan informasi publik.
Prototype website yang dikembangkan memuat berbagai menu layanan, seperti profil desa, struktur organisasi pemerintah desa, berita dan kegiatan desa, informasi pelayanan administrasi, agenda desa, dan kontak pemerintah desa. Website dirancang dengan tampilan sederhana agar mudah dioperasikan oleh perangkat desa maupun diakses melalui telepon genggam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap awal peluncuran, website mendapat respons positif dari pemerintah desa karena dianggap sebagai inovasi baru dalam penyampaian informasi publik dan arsip digital kegiatan desa. Namun, frekuensi pembaruan informasi belum dilakukan secara konsisten sehingga tingkat kunjungan masyarakat terhadap website relatif rendah.
Masyarakat Desa Lubuk Batang masih lebih sering memperoleh informasi melalui komunikasi langsung dengan aparat desa, ketua RT, pengumuman di balai desa, serta grup WhatsApp. Kondisi ini menunjukkan bahwa budaya komunikasi interpersonal masih menjadi saluran utama penyebaran informasi di lingkungan pedesaan.
Berdasarkan analisis penelitian, website desa telah memenuhi fungsi dasar penyediaan informasi publik, tetapi belum berkembang menjadi media interaksi maupun layanan administrasi daring. Dengan demikian, website lebih berfungsi sebagai media pelengkap daripada media utama keterbukaan informasi publik.
Tim peneliti merekomendasikan agar pemerintah desa menunjuk administrator khusus website, melakukan pembaruan informasi secara berkala, mengintegrasikan website dengan media sosial resmi desa, serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat website sebagai sumber informasi resmi.
Melalui penelitian ini, tim peneliti Universitas Bina Darma menegaskan bahwa digitalisasi pemerintahan desa memiliki potensi besar untuk mendukung transparansi dan keterbukaan informasi publik, tetapi keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya manusia, budaya komunikasi masyarakat, literasi digital, serta dukungan infrastruktur yang memadai.