Jakarta, 14 April 2026 – Dosen tetap Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bina Darma, Dr. Agustin Rozalena, M.I.Kom, mengikuti Pelatihan Journalist-Academia Dialogue yang diselenggarakan oleh Pulitzer Center bekerja sama dengan The Conversation Indonesia di Ruang Meeting AIPI, Kompleks Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lantai 17, Jalan Medan Merdeka Selatan No. 11, Gambir, Jakarta Pusat. Kegiatan berlangsung selama satu hari penuh, mulai pukul 07.30 hingga 17.45 WIB.
Pelatihan ini merupakan program penguatan kapasitas bagi peneliti dan akademisi agar mampu mengolah hasil riset dan opini kepakaran menjadi artikel populer yang ringan, jelas, menarik, serta mudah dipahami masyarakat luas. Kegiatan ini dinilai penting di tengah derasnya arus informasi digital dan meningkatnya tantangan misinformasi di ruang publik.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai pentingnya menjembatani kesenjangan antara bahasa teknis penelitian dengan bahasa populer media massa. Akademisi didorong untuk tidak hanya menghasilkan penelitian berkualitas, tetapi juga mampu mendiseminasikan temuan ilmiah secara efektif sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Urgensi pelatihan ini juga berkaitan dengan implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, khususnya mengenai pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, peningkatan kompetensi profesional dosen, serta penyebarluasan ilmu pengetahuan yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Tiga substansi utama yang dibahas dalam pelatihan meliputi Bridging the Gap, Public Impact, dan Combating Hoax. Pada sesi Bridging the Gap, peserta mempelajari teknik menerjemahkan kompleksitas ilmiah ke dalam narasi populer tanpa menghilangkan akurasi data. Sesi Public Impact menekankan pentingnya artikel populer sebagai sarana edukasi publik dan rujukan cepat bagi pengambil kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Sementara itu, sesi Combating Hoax membekali peserta kemampuan menghadirkan konten yang valid dan terverifikasi untuk melawan hoaks dan membangun budaya berpikir kritis melalui prinsip Tunda dan Periksa.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembekalan teknis penulisan artikel populer, dilanjutkan dengan diskusi tematik bersama jurnalis investigasi untuk memperdalam pengelolaan isu berbasis data lapangan dan praktik peliputan. Pada sesi penutup, peserta mengikuti showcasing dan open dialogue untuk mempresentasikan ide tulisan serta memperoleh masukan dari unsur media, masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan lainnya. Artikel yang dikembangkan peserta selanjutnya disempurnakan dan diajukan ke The Conversation Indonesia, dengan peluang tulisan terbaik untuk dipublikasikan di platform tersebut.
Sebagai tindak lanjut pelatihan, Dr. Agustin Rozalena menyusun ide artikel yang diajukan dalam sesi pitching The Conversation Indonesia (TCID) dengan judul Menakar Risiko Pesona Danau Pading: Manfaat di Tengah Apokaliptik Ekosida. Artikel tersebut mengangkat kontradiksi antara pesona visual Danau Pading sebagai destinasi wisata digital dengan potensi risiko lingkungan dan kesehatan akibat kondisi lahan pascatambang.
Dalam kerangka tulisan tersebut dijelaskan bahwa Danau Pading, yang merupakan bekas kawasan tambang PT Koba Tin seluas sekitar 1.712 hektar, kini dimanfaatkan masyarakat melalui pengelolaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk mendukung ekonomi lokal berbasis pariwisata digital. Namun, di balik estetika air biru toskanya, terdapat potensi ancaman berupa kandungan logam berat seperti timbal (Pb), arsenik (As), dan merkuri (Hg), kemungkinan radioaktivitas mineral monasit, kerentanan struktur geoteknik tanah, risiko longsor, hingga potensi munculnya vektor penyakit akibat genangan air pascatambang.
Melalui artikel tersebut, pemerintah dan pengelola kawasan didorong untuk melakukan transparansi risiko, audit lingkungan menyeluruh, serta pengembangan ekowisata yang berbasis kejujuran ilmiah dan keselamatan jangka panjang, bukan sekadar komodifikasi estetika untuk kebutuhan media sosial.
Pada akhir kegiatan, seluruh peserta mengikuti post-survey sebagai bagian dari evaluasi pelatihan, sementara sertifikat kegiatan akan diberikan setelah proses verifikasi keikutsertaan selesai dilakukan oleh penyelenggara.
Dr. Agustin Rozalena menilai pelatihan yang digagas Pulitzer Center dan The Conversation Indonesia ini memberikan manfaat strategis bagi pengembangan kompetensi dosen, khususnya dalam mengalihwahanakan hasil riset akademik menjadi opini populer yang relevan dengan isu-isu aktual di masyarakat. Selain memperluas jangkauan diseminasi ilmu pengetahuan, kemampuan menulis populer juga dapat memperkuat jejaring dengan media dan membuka peluang kolaborasi lintas disiplin dalam membangun ruang publik yang lebih sehat dan berbasis data.
Melalui partisipasi dalam Journalist-Academia Dialogue, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bina Darma menunjukkan komitmennya untuk mendorong dosen menjadi agen perubahan yang aktif menyebarluaskan kebenaran ilmiah, meningkatkan literasi publik, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan komunikasi di era digital. (ara)